|
Khataman Al Qur-an Raudhatul Mujawwidin kali ini diikuti oleh 40 santri terdiri dari 23 santri putri dan 17 santri putra. Bertempat di aula RRI Semarang jl. Ahmad Yani, Khataman Al Qur-an ke 22 ini, sekaligus merupakan perayaan milad ke 23 berdirinya TPQ pertama di Dunia.
Pembukaannya disemarakkan oleh Rebana PMM Pekojan, para santri diarak dari halaman depan RRI sampai memasuki panggung, untuk memulai rangkaian acara khataman.
Pembacaan surat Adl-dluha sampai dengan An-Naas dibaca oleh seluruh santri secara bersama dan dengan menghafal.
Pilihan tingkatan bacaan hadar menunjukkan kelancaran hafalan para santri, yang kemudian ditutup dengan doa khaataman yang dipimpin oleh Santriwati Dinar.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan imtihan, berupa pengujian kemampuan santri oleh para hadirin perwakilan dari masing-masing koordinator.
Santri pertama dipilih secara acak oleh perwakilan Kyai Hamim dari pemalang, yang kebetulan santri tersebut adalah santri yatim, tak pelak suasana keharuan tidak bisa dibendung. Ust Imam Murjito yang kebetulan memimping jalannya imtihan menyampaikan salah satu hadits yang dmuat dalam kitab al wajiz karya Kyai Shaleh Darat bahwa bacaan Alhamdulillah seorang anak akan membebaskan orang tua nya dari adzab kubur selama 40 tahun. Harpan ini di 'amin'kan oleh para hadirin.
Pertanyaan dengan mudah dijawab, dan pengujian berlanjut oleh perwakilan dari jawa timur, dan jawa barat sampai kepada pengujian yang dilakukan dari Yogyakarta, dengan pertanyaan yang lebih rumit, dan tampaknya pertanyaan tersebut memerlukan penalaran yang lebih sehingga tidak satu santri pun dapat menjawabnya.
Demikianlah kecerdasan anak, para ustadz/ustadzah harus dapat memahami tingkat kemampuan anak yang belum dapat mencapai tingkat kognitif orang dewasa sehinga dapat memilihkan metode yang sesuai, demikian kira-kira penjelasan Ust Hasyim dalam sambutannya mewakili Yayasan Raudlatul Mujawwidin. Beliau juga menyatakan bahwa hasil pengujian yang telah dilakukan tadi sudah memenuhi standar untuk dinytakan lulus dalam khataman ini sekaligus menjadi pelajaran bagi Raudlatul Mujawwidin untuk meningkatkan performansi pengajarannya dan sekaligus menjadi referensi dalam berlomba-lomba menuju kebaikan.
Di penghujung rangkaian acara, disampaikan penghargaan kepada santri terbaik, dan santri tercepat yang telah berhasil menyelesaikan Qiraati selama 17,5 bulan. Dan dalam kesempatan ini pula disampaikan penghargaan kepada Guru terbaik dan terlama mengajar di Raudlatul Mijawwidin. Penghargaan disampaikan dalam paket umrah yang akan dilaksanakan pada akhir Juli 2009.
Seluruh rankaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Hamim dari pemalang, semoga khataman kali ini menjadikan berkah kepada seluruh komunitas pengajaran Al Quran dan khususnya kepada pengemban amanat Qiraati.
|